PRAKTIKUM EKOLOGI HEWAN - ORGANISME AIR DAN PERANANNYA SEBAGAI BIOINDIKATOR
Nama : Dody Armando
Prodi / Kelas : Teknik dan Manajemen Lingkungan / A1
Matkul : Ekologi Hewan (Praktikum)
“Organisme Air Dan Peranannya Sebagai Bioindikator”
Ekosistem
air tawar merupakan salah satu ekosistem yang berakitan
dengan kehidupan manusia, bahkan manusia tidak bisa terpisahkan dengan
kehidupan ekosistem air tawar. Ekosistem air tawar merupakan segala sesautu yang
ada di dalam air tawar dan sekitarnya yang terdiri dari makhluk hidup di dalam
air dan lingkungan di sekitarnya. Ekosistem air tawar merupakan
ekosistem dengan habitatnya yang sering digenangi air tawar yang kaya akan
mineral dengan ph sekitar 6. Kondisi permukaan air tidak selalu tetap,
adakalanya naik, turun, atau mengering (irwan, 2003). Ekosistem air tawar akan saling mempengaruhi
antara satu komponen dengan komponen yang lainnya.
Dalam
ekosistem air, kualitas air memiliki peranan penting untuk kehidupan organisme.
Sehingga pada praktikum ini akan memabah
mengenai pemelihara ikan dengan
membuat ekosistemnya sendiri. Ekosistem yang terdapat pada akuarium terdiri dari
komponen biotik maupun komponon abiotik yang memiliki peran dalam ekosistem di
dalam akuarium tersebut. Tujuan dari praktikum ini yakni untuk mengetahui komposisi dan struktur
komunitas di akuarium dan hubungannya dengan faktor lingkungan.
Praktikum yang dilakukan terdiri dari ekosistem air tawar
yang terdiri dari komponen abiotik dan biotik yang digunakan yakni pada
komponen biotik ikan slayer koi dan tanaman eceng gondok. Sedangkan, komponen
abiotik yakni air, pasir malang, batu karang, akuarium. Komponen komponen yang
terdapat di akuarium bertujuan untuk menjalankan perannya masing masing.
Ikan koi slayer merupakan salah satu jenis hewan yang
berperan untuk ekosistem perairan pada akuarium. Eceng gondok merupakan jenis
tanaman yang digunakan untuk membantu proses penjernihan air dan menyerap
kotoran seperti lumpur pada bagian akar eceng gondok. Air merupakan salah satu
media yang digunakan untuk kelangsungan hidup ikan. Menurut effendi (2003)
menyatakan bahwa kualitas air yang baik dapat menunjang kelangsungan hidup
ikan. Pasir malang berfungsi sebagai biofilterasi agar air menjadi lebih jernih
dan baik. Batu karang berfungsi untuk sodium bicarbonate yang bisa meningkatkan
ph pada air secara alami sehingga baik untuk habitat ikan. Akuarium berfungsi
sebagai tempat untuk berlangsungnya kehidupan pada ekosistem air tawar di akuarium.
Tabel 11. Hasil
Pengamatan Perkembangan Ikan
|
Hari Ke |
Pertumbuhan Panjang Ikan |
|
1 |
6,7 Cm |
|
2 |
6,7 Cm |
|
3 |
6,8 Cm |
|
4 |
6,8 Cm |
|
5 |
6,8 Cm |
|
6 |
6,9 Cm |
|
7 |
7 Cm |
Grafik 1.1 Proses Pertumbuhan Ikan Disetiap Harinya
Berdasarkan hasil
pengamatan yang telah dilakukan bahwa pertumbuhan ikan semakin hari semakin
meningkat. Hal ini disebabkan karena kondisi ekosistem yang terdiri dari
komponen biotik dan abiotik yang baik dalam ekosistemnya. Sehingga, membuat
ikan menjadi lebih baik. Dapat kita ketahui bahwa pada hari pertama pengamatan
ikan berukuran 6,7 ketika di hari pengamatan ke tujuh ikan mencapai panjang 7
cm.
Upaya pemeliharaan yang
dilakukan selama satu minggu yakni dengan cara pemberiaan makan ikan sebanyak
dua kali dalam sehari. Kemudian melakukan pengecekan pada komponen di
akuariumm, dan mebersihkan air akuarium atau melakukan filterasi pada air. Hal
ini bertujuan agar kondisi fisik, kimia, maupun biologi pada air dalam kondisi
yang baik. Berdsarkan pengamatan yang telah saya lakukan bahwa air pada
akuarium tidak mengalami bau dan keadaan air dalam kondisi yang jernih dan
baik. Kualitas air adalah kondisi kalitatif air yang diukur dan atau di uji
berdasarkan parameter-parameter Tertentu Dan Metode Tertentu berdasarkan
peraturan perundang undangan yang berlaku pasal 1 keputusan menteri negara
lingkungan hidup nomor 115 tahun 2003. Kualitas air dapat dinyatakan dengan
parameter kualitas air. Parameter ini meliuti parameter fisik, kimia dan
mikrobiologis sehingga perkembangan pada ikan juga membaik.
Siklus nutrisi dan energi yang ada di dalam akuarium diantaranya, yakni ;
1. Pakan diberikan ke ikan
2. Amonia hasil metabolisme ikan diproses bakteri nitrifikasi
3. Nitrat diserap tumbuhan air
4. Air menguap dari permukaan air akuarium
5. Cahaya matahari diserap tumbuhan air
6. Detritivora memakan feses ikan dan bagian tumbuhan yang telah mati
7. Tumbuhan air melepas oksigen
8. Tumbuhan air menyerap karbon dioksida
Beberapa faktor yang mempengaruhi dari ekosistem akuarium diantaranya yakni ukuran akuarium, perawatan akuarium, pakan ikan, dan habitat pada ikan. Menurut djunaedi et al. (2016), pertumbuhan ikan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pakan, wadah budidaya, suhu, salinitas, musin dan aktivitas fisik. Hal ini juga dikatakan oleh karimah, et all. (2018) menyatakan bahwa keberhasilan budidaya sangat ditentukan beberapa aspek, salah satunya adalah jumlah pakan.
Daftar Pustaka
Djunaedi A, Hartati R, Pribadi R, Redjeki S, Astuti Rw, Septiarani B.
2016. Pertumbuhan Ikan Nila Larasati (Oreochromis Niloticus) Di Tambak Dengan
Pemberian Ransum Pakan Dan Padat Penebaran Yang Berbeda. Jurnal Kelautan
Tropis. 19(2):131-142
Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya Dan
Lingkungan Perairan. Cetakan Kelima. Yogjakarta : Kanisius.
Karimah, Sityanto, Pinandyo. 2018. Performa
Pertumbuhan Dan Kelulushidupan Ikan Nila Gift (Oreochromis Niloticus) Yang
Diberi Jumlah Pakan Yang Berbeda. Journal Of Aquaculture Management And
Technology. Vol.7 (1) : 2018

Comments
Post a Comment