Tugas Praktikum Ekologi Hewan Praktikum - Aliran Energi dan Rantaian Makanan

Dody Armando | J3M119043

LNK A1

ALIRAN ENERGI DAN RANTAIAN MAKANAN     

        Ekologi merupakan ilmu yang mempelajari organisme dalam tempat hidupnya atau dengan kata lain mempelajari hubungan timbal-balik antara organisme dengan lingkungannya. Menurut (Parmawati, 2018) Ekologi mencakup biologi, geografi, ilmu bumi, serta studi tentang interaksi yang dimiliki oleh organisme satu sama lain dan komponen antibiotik. Salah satu cabang ilmu eakologi yakni perpindahan energi dan materi antar makhluk hidup, perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda beda dalam beberapa penyebabbnya, serta interaksi antar spesies dengan lingkungannya. Interaksi ini dapat menyebabkkan aliran energi melalui proses makan dan dimakan. Dalam ilmu biologi proses makan memakan dikenal dengan istilah rantai makanan dan jaring jaring makanan. Rantai makanan atau biasa disebut Jaringan Makanan adalah suatu ekosistem makhluk hidup yaitu perpindahan energi makanan dari sumber daya tumbuhan melalui seri organisme atau melalui jenjang makan dimana suatu organisme memakan satu sama lain untuk mendapatkan energi dan nutrisi dari organisme yang dimakan.Menurut Wardana D (2016) mendefinisikan bahwa Rantai makanan adalah perpindahan energi dari organisme pada suatu tingkat tropik ke tingkat tropik berikutnya dalam peristiwa makan dan dimakan dengan urutan tertentu. Oleh karena itu, pada pembahasan kali ini akan membahas mengenai rantai makanan yang terdapat di sekitar lingkungan rumah. tujuan penulisan ini yakni untuk mengetahui hubungan rantai makanan dan aliran energy di suatu ekosistem.

        Menurut Irmas, Roisa, Widya. (2017) menyatakan bahwa Lingkungan adalah keadaan fisik yang merupakan kombinasi antara sumber daya alam dengan makhluk hidup. Segala kegiatan yang di lakukan oleh makhluk hidup sangat berkaitan dengan lingkungan termasuk juga hewan. Hewan dalam melakukan kegiatan bernafas, makan dan minum, tumbuh dan berkembang dan kegiatan lainnya memerlukan lingkungan yang mendukungnya. Semua makhluk hidup saling membutuhkan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Selain berinteraksi dengan makhluk hidup lain, makhluk hidup juga berinteraksi dengan lingkungannya. Hubungan saling mempengaruhi antar makhluk hidup dengan lingkungannya membentuk suatu sistem. Rantai makanan merupakan peristiwa makan dan dimakan antara makhluk hidup dengan urutan tertentu. Dalam rantai makanan ada makhluk hidup yang berperan sebagai produsen, konsumen dan dekomposter. Menurut Wardana (2016) memaparkan rantai makanan merupakan perpindahan energi dari organisme pada suatu tingkat tropik ke tingkat tropik berikutnya dalam peristiwa makan dan dimakan dengan urutan tertentu. Dalam rantai makanan hubungan satu organisme dengan organisme yang lain saling berhubungan dan terjadi ketergantungan. Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan antara makhluk hidup dengan urutan tertentu. Dalam rantai makanan ada makhluk hidup yang berperan sebagai produsen, konsumen,dan dekomposer.Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor Teknik & Manajemen Lingkungan Teknologi Pengelolaan & Pemanfaatan Limbah Industri &Domestik 4 Tiap tingkat dari rantai makanan dalam suatu ekosistem disebut tingkat trofik. Pada tingkat trofik pertama adalah organisme yang mampu menghasilkan zat makanan sendiri yaitu tumbuhan hijau atau organisme autotrof dengan kata lain sering disebut produsen. Organisme yang menduduki tingkat tropik kedua disebut konsumen primer (konsumen I). Konsumen I biasanya diduduki oleh hewan herbivora. Organisme yang menduduki tingkat tropik ketiga disebut konsumen sekunder (Konsumen II), diduduki oleh hewan pemakan daging (carnivora) dan seterusnya. Organisme yang menduduki tingkat tropik tertinggi disebut konsumen puncak. Produsen merupakan kelompok pertama dari rantai maknan yang biasanya terdiri dari tumbuhan tumbuhan hijau yang menkonservasikan sebagaian energi dan matahari (Fotosintetis). Konsumen merupakan hewan hewan yang memakan tumbuhan hijau dan juga yang memakan satu sam lalinnya. Sedangkan dekomposter merupakan suatu organisme bakteri, jamur, tumbuhan, atau hewan yang memakan organisme mati dan melepaskan zat zat organik yang dihasilkan dari organisme itu ke rantai makanan. Menurut Sodikin (2016) menyatakan bahwa Pengurai atau dekomposer adalah organisme yang berperan sebagai pengurai zat-zat yang terdapat dalam makhluk hidup yang sudah mati. Jadi dekomposer menguraikan zat organik menjadi bahan anorganik kembali yang dapat dimanfaatkan kembali oleh produsen. Contoh dekomposer dalam ekosistem adalah bakteri dan jamur saprofit. Berdasarkan pengamatan yang telah saya lakukan diperoleh hsail produsen yakni rumput. Menurut Sodikin (2016) menyatakan bahwa Tumbuhan dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Energi yang digunakan dalam fotosintesis diperoleh dari energi matahari, sehingga matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan di bumi. Sehingga rumput yang berperan sebagai prosdusen dapat berperan sebagai sumber energi pada konsumen 1 yakni belalang. Belalang sebagai konsumen 1 dapat berperan sebagai sumber energi pada konsumen 2 yakni katak. Apabila katak mati maka akan terurai oleh jamur atau yang dikenal dengan dekomposter. Sehingga, berdasarkan proses rantai makanan tersebut memuliki urutan tertentu yaitu rumput dimakan belalang, belalang dimakan katak, jika katak mati akan terurai oleh jamur yang berperan sebagai dekomposter menjadi zat hara yang akan dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang. Pada tiap proses yang terjadi pada rantai makanan maka dapat dikatakan berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Hal ini dapat dilihat jika pada belalang menghilang maka keberadaan katak akan menurun karena tidak terdapat sumber energi yang ada karena keberadaan belalang yang menghilang sehingga menyebabkan katak akan mati karena kekurangan energi. Berdasarkan hal ini dapat kita ketahui, apabila dalam salah satu proses rantai makanan yang terganggu maka semua urutan pada rantai makanan juga akan tergangu. Sebaliknya, jika urutan rantaian makanan baik maka jaringan makanan pada lingkungan dalam kondisi yang baik.


Daftar Pustaka 

Irmas, Roisa, Widya. 2017. Makalah Konsep Dasar IPA Habitat Hewan Dan Lingkungannya. [Makalah]. Program Studi PGMI. Universitas Muhammadiyah Sidoharjo. (Diakses pada tanggal 30 April 2021)

Parmawati. 2018. Ecology, Economy, Equity: Sebuah Upaya Penyeimbangan Ekologi Dan Ekonomi. Malang. Universitas Brawijaya Press. 

Sodikin. 2016. Konsep Rezeki Dalam Presepsi Sains. Jurnal Al-Makrifat. Vol.1 (1) : 141 – 154

Wardana D. 2016. Rekayasa Media Pembelajaran Rantai Makanan Pada Hewan Menggunakan Augmented Reality. Publikasi Ilmiah. Jurusan Informatika Fakultas Komunikasi Dan Informasi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta

Comments