Tugas Praktikum Ekologi Hewan - Kompos
Dody Armando | J3M119043
Teknik dan Manajemen Lingkungan / A1
KOMPOS SEBAGAI PUPUK ALAMI YANG
RAMAH LINGKUNGAN
Sampah merupakan salah satu persoalan
lingkungan yang tidak pernah usai. Hal ini disebabkan karena setiap aktivitas
yang dilakukan oleh manusia akan mengashilkan suatu persoalan sampah apabila
tidak dikelolah dengan baik. Menurut Ginting (2017) menyatakan Sampah banyak
ditemukan pada tempat-tempat umum yang menjadi problem kesehatan masyarakat
yang cukup mendesak. Karena tempat umum merupakan tempat bertemunya segala
macam masyarakat dengan segala penyakit yang dipunyai oleh masyarakat tersebut
dengan demikian maka tempattempat umum harus memenuhi syarat-syarat kesehatan dalam arti melindungi,
memelihara, dan mempertinggi derajat kesehatan masyarakat. Berdasarkan uraian
tersebut, maka diperlukan pengolahan yang baik terhadap persoalan sampah agar
tidak berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat disekitar. Oleh karena itu,
pada materi
ini akan membahas tentang pembuatan kompos yang berasal dari bahan alami.
Pupuk
kompos adalah pupuk yang berasal dari sampah atau limbah, baik sampah rumah,
limbah industry dan sebagainya atau dari bahan organik (Dahlianah. 2015).
Menurut (Murbandono, 2007) dalam (Bachtiar dan Andi H. 2019) mendefinisikan
Kompos merupakan bahan-bahan organik (sampah organik) yang telah mengalami
proses pelapukan karena adanya interaksi antara mikroorganisme (bakteri
pembusuk) yang bekerja di dalamnya. Pupuk kompos baik digunakan karena berbagai
alasan seperti tidak merusak lingkungan, tidak memerlukan biaya yang banyak,
proses pembuatan yang mudah dan bahan yang tidak sulit ditemukan.
Kandungan
yang terdapat pada pupuk kompos sangat bermanfaat bagi tanah dan tanaman yang
ada. Hal ini Menurut (Nugrogo, 2014) dalam (Husain, Sukarsono, Nurul. 2014)
menyatakan bahwa Kandungan kompos sangat banyak, diantaranya adalah unsur hara
Nitrogen, Fosfor dan Kalium atau sering disingkat NPK. Ketiga senyawa tersebut
memiliki kegunaan yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Nitrogen
(N) berfungsi merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, Fosfor (P)
berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman, merangsang
pembungaan dan pembuahan, pertumbuhan akar, pembentukan biji, Kalium (K)
berfungsi dalam proses fotosintesis, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan
mineral termasuk air, meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap
penyakit.
Kotoran
sapi merupakan salah satu bahan utama dalam pembuatan kompos karena memiliki
kandungan yang baik untuk proses pemupukan pada tanaman. Hal ini dapat kita
ketahui menurut (Dewi Y, et all.2017) menyatakan bahwa Kotoran sapi berpotensi
dijadikan kompos karena memiliki kandungan kimia sebagai berikut : nitrogen 0.4
- 1 %, phospor 0,2 - 0,5 %, kalium 0,1 – 1,5 %, kadar air 85 – 92 %, dan
beberapa unsure-unsur lain (Ca, Mg, Mn, Fe, Cu, Zn). Namun, untuk menghasilkan
pupuk kompos yang lebih baik memerlukan bahan tamabahan seperti rumput dan
cacing tanah. Rumput mengandung unsur makro dan mikro yang sangat penting untuk
pertumbuhan tanaman.Melihat potensi tersebut, rumput yang telah tersebut dapat
dimanfaatkan dalam pembuatan pupuk organik sebagai pupuk kompos. Penggunaan
cacing tanah berpengaruh dalam mempercepat waktu Kerjasama antara cacing tanah
dan mikroorganisme memberi dampak proses penguraian berjalan dengan baik
walapaun sebagian besar proses penguraian dilakukan oleh mikroorganisme
terlebih dahulu diuraikan oleh cacing, sehingga kerja mikroorganisme lebih
cepat dan efektif (Cahyo, 2004) dalam (Husain, Sukarsono, Nurul. 2014).
Menurut
(Pribadi D, Tri M. 2014) menyatakan bahwa Kompos yang telah matang mempunyai
karakteristik antara lain tidak berbau menyengat dan berwarna coklat kehitaman
(Zaman & Sutrisno, 2007). Keberhasilan
dalam proses pengomposan dipengaruhi oleh banyak hal seperti media atau bahan
kompos, bioaktivator, waktu pengomposan dan faktor lingkungan lainnya. Suatu
pengomposan dapat berjalan dengan baik jika beberapa ketentuan dalam
pengomposan terpenuhi
Daftar Pustaka :
Bachtiar B, Andi H.2019. Analisis
Kandungan Hara Kompos Johar Cassia Siamea Dengan Penambahan Aktivator Promi.
Jurnal Biologi Makassar. Vol.4(1) : 68 – 76
Dahlianah I. 2015. Pemanfaatan Sampah
Organik Sebagai Bahan Baku Pupuk Kompos Dan Pengaruhnya Terhadap Tanaman
Dantanah. Jurnal Klorofil. Vol.10(1) : 10-13
Husain, Sukarsono, Nurul. 2014. Pengaruh
Jumlah Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus) Dan Waktu Pengomposan Terhadap
Kandungan Npk Limbah Media Tanam Jamur Tiram Sebagai Bahan Ajar Biologi. Jurnal
Pendidikam Biologi. Vol.1(1) : 1-8
Ginting A E. 2017. Pembuatan Kompos Dari
Sampah Organik Sisa-Sisa Sayuran Rumah Tangga Dengan Aktivator Air Nenas.
Hal.12. Diakses Pada Tanggal 22 Mei 2021
Pribadi D, Tri M. 2014. Pembuatan Kompos
Berbahan Dasar Potongan Rumput Dan Kotoran Sapi Serta Pemanfaatannya Untuk
Tanaman Sayuran . Seminar Nasional. Hasil Penelitian Unggul Bidang Pangan Dan
Nutrisi. Bogor, Indonesia. Pusat Penelitian Bioteknologi. Lip

Comments
Post a Comment